Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi menyoroti penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027. Target PAD tahun depan diproyeksikan sebesar Rp897,54 miliar, turun Rp6,36 miliar atau 0,70 persen dibandingkan APBD murni 2026 yang mencapai Rp903,91 miliar.
Sorotan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar), Ruslan Abdul Hakim, usai penyampaian pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD, Kamis (1/10/2026).
Ruslan menilai penurunan target PAD perlu menjadi perhatian serius, terlebih pemerintah daerah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi pada 2027 berada di kisaran 5,44 hingga 7,51 persen. Menurutnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut perlu diiringi dengan strategi peningkatan pendapatan daerah yang lebih optimal dan inovatif.
Fraksi Gerindra juga mencatat penurunan pada sejumlah komponen PAD. Penerimaan pajak daerah diproyeksikan turun Rp817,31 juta, dari Rp496,52 miliar menjadi Rp495,70 miliar. Sementara itu, komponen lain-lain PAD yang sah berkurang Rp9,18 miliar menjadi Rp139,43 miliar. Adapun retribusi daerah menjadi satu-satunya komponen yang diproyeksikan mengalami peningkatan, yakni sebesar 1,47 persen.
Selain penurunan PAD, Gerindra menyoroti masih tingginya ketergantungan Kabupaten Sukabumi terhadap transfer pemerintah pusat. Dalam RAPBD 2027, pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp3,266 triliun atau sekitar 78,29 persen dari total pendapatan daerah.
“Ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat pun masih tinggi. Hal ini, jika tanpa dibarengi ekstensifikasi dan intensifikasi yang inovatif, akan melumpuhkan kemandirian otonomi daerah,” kata Ruslan.
