DPRD Soroti Dugaan Kecurangan Timbangan di TPI Palabuhanratu, Ancam Citra Wisata Sukabumi

DPRD KABUPATEN SUKABUMI

Berita11 Views

Sukabumi_Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, angkat bicara terkait viralnya keluhan wisatawan di media sosial yang mengaku dirugikan saat membeli ikan laut di kawasan Palabuhanratu. Keluhan tersebut menyebutkan adanya ketidaksesuaian antara berat timbangan dengan jumlah ikan yang diterima.

Hera menyampaikan keprihatinannya, mengingat Palabuhanratu merupakan salah satu ikon pariwisata unggulan Kabupaten Sukabumi. Ia menilai, jika dugaan praktik kecurangan oleh oknum pedagang terbukti benar, hal ini berpotensi merusak kepercayaan publik sekaligus mencoreng citra pariwisata daerah.

“Praktik oknum yang tidak jujur seperti ini, sekecil apa pun, dapat merusak kepercayaan publik dan mencederai citra pariwisata daerah yang sedang kita bangun bersama,” ujar Hera, Rabu (8/4/2026).

Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi meminta Dinas Perikanan untuk segera melakukan investigasi dan pengecekan langsung di lapangan, khususnya di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu. Langkah ini dinilai penting guna memastikan kebenaran informasi sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, DPRD menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dan konsisten oleh dinas terkait untuk menutup celah terjadinya praktik yang merugikan konsumen. Pengawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.

Untuk menjamin keakuratan alat ukur, DPRD juga mendorong dilakukan tera ulang atau kalibrasi timbangan milik para pedagang secara berkala melalui kolaborasi lintas dinas. Upaya ini dianggap sebagai langkah preventif dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Tak hanya itu, sebagai bentuk transparansi, DPRD mengusulkan penyediaan “timbangan pos pantau” di sejumlah titik strategis di kawasan TPI. Fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan wisatawan untuk mengecek kembali berat ikan yang dibeli secara mandiri.

“Langkah ini penting untuk memastikan perlindungan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan,” tambahnya.

Di sisi lain, DPRD juga menekankan pentingnya pendekatan pembinaan terhadap para pedagang. Edukasi mengenai kejujuran dalam berdagang dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.

Menurut Hera, para pedagang merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi daerah yang perlu dibina agar dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

“Dinas terkait harus memberikan edukasi bahwa kejujuran dalam berdagang adalah investasi jangka panjang agar wisatawan terus kembali, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan pedagang itu sendiri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *