Komisi IV DPRD Sukabumi Dukung Revitalisasi Museum Palagan Bojongkokosan

DPRD KABUPATEN SUKABUMI

Berita13 Views

SUKABUMI – Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana revitalisasi kawasan Museum Palagan Bojongkokosan di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. Pengembangan kawasan bersejarah ini dinilai penting untuk memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, mengatakan Palagan Bojongkokosan merupakan salah satu bukti otentik perjuangan kemerdekaan bangsa yang memiliki nilai historis tinggi. Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui pembelajaran sejarah yang menarik dan mudah dipahami.

“Ini perlu kita akui dan tanamkan dalam diri kita sebagai generasi penerus, bagaimana momen sejarah ini bisa melekat dan menjadi edukasi bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, pembahasan revitalisasi kawasan Museum Palagan Bojongkokosan masih berada pada tahap awal. Gagasan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang sebelumnya diprakarsai oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar.

Menurut Ferry, pengembangan kawasan berbasis sejarah tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan citra Kabupaten Sukabumi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Revitalisasi yang dirancang akan mengintegrasikan unsur sejarah, pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata dalam satu kawasan terpadu.

Ia menyambut baik konsep pengembangan museum berbasis digital yang diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa. Dengan konsep tersebut, Museum Palagan Bojongkokosan diharapkan dapat menjadi laboratorium edukasi sejarah yang modern dan interaktif.

“Konsep ini akan terus kita kaji dan matangkan agar bisa dijalankan, sehingga Bojongkokosan bisa menjadi laboratorium edukasi sejarah di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Komisi IV juga mendorong agar pemerintah daerah dapat merealisasikan rencana tersebut secara bertahap. Apabila keterbatasan anggaran menjadi kendala, kerja sama dengan pihak swasta dinilai dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pembangunan.

“Apabila kemampuan anggaran daerah tidak memungkinkan, kerja sama dengan pihak swasta bisa menjadi salah satu opsi,” ucapnya.

Selain pengembangan sarana wisata sejarah, revitalisasi kawasan juga diarahkan untuk memperkuat peran pelaku UMKM dan komunitas lokal. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar pengembangan museum memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga sekitar.

“Komunitas juga ikut terlibat, bersama-sama membangun dari unsur sejarah, kebudayaan, dan pariwisata,” tambah Ferry.

Dalam pembahasan awal, sejumlah perangkat daerah telah dilibatkan, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, serta unsur pemerintah daerah lainnya.

Ferry berharap revitalisasi Museum Palagan Bojongkokosan dapat segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, baik sebagai sarana pembelajaran sejarah maupun sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Harapannya bisa meningkatkan pembelajaran sejarah dan juga mendorong perekonomian masyarakat serta menambah pendapatan daerah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *